Teknologi Reproduksi & Robot Humanoid: Masa Depan Artificial Womb dan Etika yang Menyertainya
![]() |
| Evolusi Mesin Pesawat: Sejarah, Jenis, Penemu, dan Perkembangan Hingga Era Modern |
Pendahuluan
Dunia penerbangan telah mengalami lompatan teknologi yang luar biasa dalam kurun waktu lebih dari satu abad. Dari baling-baling kayu sederhana hingga mesin jet super efisien, semua dimulai dari mimpi manusia untuk terbang. Artikel ini akan mengupas tuntas tentang empat jenis utama mesin pesawat: Piston engine, Turbojet, Turboprop, dan Turbofan, dimulai dari sejarah awal penemuan mesin pesawat, siapa saja tokoh di baliknya, hingga perkembangan terbaru dalam teknologi penerbangan modern.
Sejak zaman mitologi Ikarus di Yunani Kuno, manusia telah bermimpi untuk bisa terbang. Namun mimpi tersebut baru mulai terwujud pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, ketika pengetahuan tentang aerodinamika, bahan, dan mesin mulai berkembang.
Pada 17 Desember 1903, Wright Brothers (Orville dan Wilbur Wright) berhasil menerbangkan pesawat pertama yang lebih berat dari udara dan bermesin, yakni Wright Flyer I. Mesin yang digunakan merupakan jenis piston engine empat silinder berpendingin air dengan tenaga 12 HP. Mesin ini dirancang khusus oleh Charles Taylor, seorang mekanik handal dari Dayton, Ohio, yang bekerja sama dengan Wright bersaudara.
Hingga akhir Perang Dunia I dan II, mesin baling-baling dengan piston engine terus dikembangkan. Mesin radial (silinder berjajar melingkar) seperti Pratt & Whitney R-2800 Double Wasp atau Rolls-Royce Merlin menjadi tulang punggung armada udara militer dan sipil.
Mesin piston bekerja dengan prinsip yang hampir sama seperti mobil: pembakaran dalam ruang silinder mendorong piston yang menggerakkan crankshaft dan akhirnya memutar baling-baling.
Keunggulan: Murah, mudah dirawat, cocok untuk pesawat kecil
Kekurangan: Tidak efisien pada ketinggian tinggi dan kecepatan tinggi
Masih digunakan pada pesawat ringan seperti Cessna 172 atau Piper PA-28 untuk keperluan pelatihan dan penerbangan sipil.
Mesin turbojet pertama kali dikembangkan secara independen oleh dua tokoh: Frank Whittle di Inggris (1930) dan Hans von Ohain di Jerman (1935). Whittle mengembangkan mesin turbojet pertama yang berhasil terbang dengan pesawat Gloster E.28/39 pada tahun 1941.
Turbojet menggunakan kompresor untuk menekan udara masuk, kemudian dicampur bahan bakar, dibakar, dan gas buang bertekanan tinggi dihembuskan keluar melalui nozzle untuk menghasilkan dorongan.
Pesawat militer seperti Messerschmitt Me 262 (Jerman)
Gloster Meteor (Inggris)
Sangat boros bahan bakar
Tidak efisien pada kecepatan rendah
Turboprop merupakan gabungan antara teknologi jet dan baling-baling. Muncul pada akhir Perang Dunia II untuk menjawab kebutuhan pesawat yang lebih efisien tapi tetap bisa menggunakan teknologi jet.
Gas hasil pembakaran tidak hanya keluar melalui nozzle, tapi sebagian besar tenaganya digunakan untuk memutar baling-baling melalui gearbox.
Kelebihan: Efisien untuk penerbangan jarak menengah, take-off dan landing lebih pendek
Kekurangan: Tidak cocok untuk kecepatan sangat tinggi
ATR 72
Lockheed C-130 Hercules
Turbofan adalah mesin paling umum digunakan pada pesawat jet komersial modern. Menggabungkan kecepatan turbojet dengan efisiensi turboprop.
Turbofan dikembangkan dari turbojet oleh General Electric, Rolls-Royce, dan Pratt & Whitney pada era 1960-an.
Turbofan memiliki fan besar di bagian depan yang mengalirkan udara dalam dua jalur: sebagian ke mesin (core), sebagian melewati luar mesin (bypass). Udara bypass inilah yang memberikan dorongan besar dengan efisiensi tinggi.
Keunggulan: Efisien, tenang, cocok untuk pesawat komersial
Contoh Pesawat: Boeing 737, Airbus A320, Boeing 787 Dreamliner
Digunakan pada kecepatan supersonik dan hipersonik. Ramjet tidak memiliki bagian berputar, hanya mengandalkan kecepatan tinggi untuk memasukkan udara.
Airbus dan Boeing telah berinvestasi dalam teknologi mesin listrik dan hybrid untuk mengurangi emisi karbon.
Beberapa proyek eksperimental menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar untuk mesin jet masa depan, dengan nol emisi karbon.
Rolls-Royce: UltraFan
GE Aviation: Adaptive Cycle Engine
Boom Supersonic: Overture
| Jenis Mesin | Tahun Awal | Penemu | Efisiensi | Kecepatan Optimal | Aplikasi |
|---|---|---|---|---|---|
| Piston | 1903 | Wright Bersaudara | Rendah | Rendah | Pesawat kecil |
| Turbojet | 1930 | Frank Whittle, von Ohain | Rendah | Tinggi | Jet militer awal |
| Turboprop | 1945 | Beragam | Tinggi | Menengah | Transport regional |
| Turbofan | 1960-an | GE, Rolls-Royce | Sangat tinggi | Tinggi | Jet komersial |
Seiring kemajuan teknologi, mesin pesawat mengalami transformasi besar. Mulai dari piston sederhana yang mengangkat Wright Flyer hingga turbofan canggih pada Boeing 787, perjalanan ini menunjukkan kekuatan inovasi manusia. Masa depan penerbangan semakin menjanjikan dengan hadirnya mesin ramah lingkungan dan efisiensi tinggi.
Smithsonian National Air and Space Museum - airandspace.si.edu
NASA - www.nasa.gov
Encyclopaedia Britannica - www.britannica.com
Boeing Official Website - www.boeing.com
Rolls-Royce Aviation - www.rolls-royce.com
GE Aviation - www.geaviation.com
Airbus - www.airbus.com
Flightglobal.com
Aviation History Magazine
FAA.gov
Penulis: Tim TeknoAmpuh.com
Website: https://www.teknoampuh.com
Komentar
Posting Komentar